Wednesday, September 21, 2016

Download Drama Korea Reply 1994

        Salah satu drama yang recomend banget, buat di tonton. Drama ini menceritakan sekelompok mahasiswa yang berasal dari perdesaan dan wilayah berbeda, tinggal bersama dalam satu rumah kos di Seoul. Drama ini berfokus pada pertemanan, kekeluargaan, dan percintaan. Dan drama ini juga mengajak para penonton untuk menebak dimana diantara ke 5 pria yang menjadi suami pemeran utama, Buruan di tonton yaa Cinggu ^^  
  • Drama: Reply 1994
  • Revised romanization: Eungdabhara 1994
  • Hangul: 응답하라 1994
  • Director: Shin Won-Ho
  • Writer: Lee Woo-Jung
  • Network: tvN
  • Episodes: 20
  • Release Date: October 18 – December 21, 2013
  • Runtime: Fri & Sat 20:50
  • Language: Korean
  • Country: South Korea


Cast
  • Go Ara as Na-jung
  • Jung Woo as Sseureki (“Trash”)
  • Yoo Yeon-seok as Chilbongi
  • Kim Sung-kyun as Samchunpo
  • Min Do-hee as Jo Yoon-jin
  • Baro as Binggeure
  • Son Ho-joon as Haetae
  • Sung Dong-il as Sung Dong-il
  • Lee Il-hwa as Lee Il-hwa


Reply 1994 : Episode 2 [ Link Download 



















Reply 1994 : 



Tuesday, September 20, 2016

Pengertian Karya Tulis, Daftar Pustaka, dan Catatan Kaki


1.     
Pengertian Karya Tulis, Daftar Pustaka, dan Catatan Kaki
            Karya tulis ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil     penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi     kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.                                                                                                                                                                             Daftar Pustaka
           Daftar pustaka adalah susunan sumber informasi yang umumnya berasal dari sumber tertulis berupa buku-buku, makalah, karangan di surat kabar, majalah, dan sejenisnya. Daftar pustaka dikenal juga sebagai referensi, bibliografi, sumber acuan, atau sumber rujukan. Daftar pustaka ditempatkan pada bagian akhir karangan dan ditulis pada halaman tersendiri.

      Fungsi Daftar Pustaka
            Daftar pustaka berfungsi memberikan referensi bagi pembaca buku tersebut untuk melakukan kajian ulang atau lanjutan sehubungan dengan tema buku. Juga sebagai bentuk penghargaan atau apresiasi terhadap penulis buku dalam daftar pustaka atas karyanya yang sudah mempunyai peranan dalam penulisan buku atau karya tulis.

      Unsur-unsur daftar pustaka
       1.  nama penulis
       2.  tahun terbit
       3.  judul buku/artikel (jika sumbernya dari surat kabar, internet atau majalah)
       4.  tempat penerbit
       5.  nama penerbit
      
      Sistematika penulisan daftar pustaka
      1. Buku sebagai pustaka acuan
              Adapun sistematika penulisan daftar pustaka yaitu nama penulis. tahun terbit. judul buku/artikel. tempat penerbit: nama penerbit.
      
      2. Majalah sebagai pustaka acuan
          Adapun sistematika penulisan daftar pustaka yaitu nama penulis. tahun terbit. “judul artikel”. Dalam nama majalah. Nomor majalah.(Bulan terbit, terbitan keberapa). tempat terbit.

      3.  Surat kabar sebagai pustaka acuan
             Nama penulis. tahun terbit. “judul artikel”. Dalam nama surat kabar. tanggal terbit. tempat terbit.
      
      Contoh Daftar Pustaka
1. Buku sebagai pustaka acuan
Tamrin, Husni. 1988. Ular-ular Berbisa di   Jawa. Jakarta: Arema.
Tamrin, Husni dan Elda Ires. 1988. Ular-ular   Berbisa di Jawa. Jakarta: Arema.
Tamrin, Husni dkk. 1988. Ular-ular Berbisa di   Jawa. Jakarta: Arema.
Irawan, Gusti Dedi. 2001. Mengejar Pelangi   di Akhir Senja. Jakarta: Akedemia              Ressindo.

       Catatan kaki
       Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan/bibliografi.
       
        Fungsi  Catatan Kaki
        Catatan kaki berfungsi sebagai landasan teori, penguat pendapat penulis, penjelasan suatu uraian, dan bahan bukti untuk menunjang pendapat.
        
       Unsur-unsur catatan kaki
1.      nomor catatan kaki
2.      nama pengarang
3.      tahun penerbitan
4.      judul buku
5.      edisi buku
6.      nomor volume buku
7.      tempat penerbit
8.      nama penerbit
9.      halamanyang dikutip

Contoh penulisan catatan kaki :
       A. Chaedar Alwasilah. 1998. Bunga   Rampai Pengajaran Bahasa. IKIP:   Bandung Press, hal. 3.
 


Pengertian Pengkaderan


 Pengkaderan adalah sebuah sistem  yang terdiri dari beberapa tahapan untuk menanamkan nilai moral dan peningkatan sumber daya manusia disuatu organisasi guna mencapai tujuan bersama, dalam hal ini lembaga yang dimaksud BEM khususnya dan HMJ umumnya. Sedangkan SDM disini ialah maba fkip untan. Akan tetapi problemnya terletak pada para senior yang kurang memahami arti pengkaderan. Arti pengkaderan adalah mengkader mahasiswa menjadi “mahasiswa seutuhnya.” Mahasiswa yang cerdas secara akademis, juga secara organisatoris. Kita tak bisa menyalahkan langsung para seniornya (kasus) yang tidak memahami hakekat ini. Semua ini bermula dari paradigma yang terbangun di benak sang senior. Jika seniornya seorang aktivis, maka tentunya para maba akan diarahkannya menjadi aktivis mahasiswa yang cerdas, kritis dan kreatif. Pun demikian, sebaliknya dengan mahasiswa yang kerjaannya hanya “ngerjain” anaknya orang.

MATERI DALAM MEWUJUDKAN PENGKADERAN YANG BAIK
   Materi (keterampilan hidup), hal ini sudah dilaksanakan oleh Simpul Madani bekerjasama dengan Unhas di Gedung Pertemuan Ilmiah (GPI). Fokus yang dibangun di situ adalah pengkaderan berbasiskan kesadaran. Karena awal yang perlu ditanamkan di benak maba adalah kesadaran pengenalan diri.Setelah itu dilanjutkan dengan membuat planning ke depan secara sistematis.Materi ini  lebih efektif daripada bentakan dan cemoohan yang tidak jelas. Bagaimana mungkin bisa jadi intelegensia kalau moralitas saja lemah. Makanya sang senior juga perlu memberikan taudalan yang baik bagi bawahannya.
  Selain materi keterampilan hidup, juga perlu diperkenalkan organisasi. Sampai hari ini, maba juga harus dirangsang “syahwat” organisasinya. Jangan sampai hanya mentok pada bangku kuliah saja. Tentu beda seorang mahasiswa yang cerdas-organisatoris dengan pasifis.Selain itu, juga perlu ditambahkan materi games yang merangsang maba untuk kreatif. Materi ini bisa diperoleh dari lembaga training. Secara psikologis, maba akan terangsang jiwa belajarnya jika ia dalam keadaan fun.
  Setelah itu, keteladanan dari senior. Senior yang baik adalah yang membimbing mabanya menjadi baik. Ia seperti seorang guru yang membantu sang murid mencapai cita-citanya. Seorang guru yang ikhlas berbakti akan senang jika muridnya berhasil di
Kemudian hari. Masalahnya memang, masih ada beberapa kasus dilapangan yang para senior main hakim sendiri. Maba dibuat seperti mainan yang bisa diapakan saja. Lebih parahnya, jika”pengkaderan” ini sudah mengarah pada pemukulan fisik. Ini banyak terjadi. Mungkin karena emosi dari sang senior, ataukah karena mabanya yang salah.

TUJUAN PENGKADERAN

1.Meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Esa.
Jangan dianggap sekedar sbg formalitas. Peningkatan ketakwaan adalah bangunan dasar untuk membangun peran fungsi sbg mahasiwa.
2.Meningkatkan rasa bangga terhadap almamater dan tanah air.
Ini penting untuk membentuk arogansi produktif yang menjadi modal untuk bersedia proaktif menghilangkan cela, membangun prestasi dan reputasi fenomenal dari almamater dan juga tanah air.
3.Membina kebersamaan, solidaritas dan kekeluargaan di antara maba dan warga.
 Ndak enak banget rasanya klo kampus hanya jadi tempat untuk ndapetin materi dari dosen, guyon ama beberapa orang, habis gitu pulang. Kampus sungguh akan jadi tempat yang lebih nyaman dengan adanya keakraban antar dosen mahasiswa dan juga karyawan.
4.Menumbuhkembangkan sikap peka, peduli dan solutif.
 Ini semua adalah sikap yang perlu ditujukan kepada sesama rekan satu angkatan dan juga seluruh civitas yang ada. Kampus adalah salah satu tempat pembelajaran terlama kita, sehingga amatlah layak bagi kita untuk menjalaninya dengan penuh saling peduli sebagaimana layaknya sebuah keluarga.


RANCANGAN DALAM PENGKADERAN

   Secara garis besar proses kaderisasi terdiri dari kaderisasi awal dan kaderisasi berkelanjutan.
Kaderisasi awal: yaitu proses pengkaderan oleh pengururs kepada calon pengurus organisasi.
Kaderisasi lanjut: yaitu proses pengawasan mantan pengurus pada pengurus organisasi yang sedang menjabat.

    Sosialisasi ini sangat penting untuk menumbuhkan minat calon organisator untuk bergabung dengan organisasi kita. Setelah menumbuhkan minat calon organisator, pengurus melakukan pembinaan kepada calon organisator secara formal dan informal. Pembinaan formal contohnya seperti mengadakan pelatihan-pelatihan yang bersifat umum yang bertujuan untuk membentuk softskill. Sedangkan pembinaan informal contohnya seperti meakukan pendekatan secara personal dengan tujuan mengakrabkan calon pengurus dengan pengurus, sehingga mempunyai satu persepsi yang sama. Persepsi yang sama ini akan memudahkan caon pengurus untuk memahami visi dan misi organisasi itu sendiri. pembinaan yang baik akan memudahkan proses seleksi

   Setelah kaderisasi awal dilakukan, selanjutnya dilakukan kaderisasi lanjut yaitu upgrading. Seperti proses pembinaan, upgrading juga dilakukan secara formal dan tidak formal. Secara formal, pengurus yang baru akan mengikuti pelatihan-pelatihan yang lebih dikhususkan bagi bidang dan skill mereka masing-masing. Upgrading secara formal bertujuan untuk mematangkan kinerja pengurus. Selain itu disinilah proses penggodogan dan pematangan pengurus supaya akhirnya menjadi pengkader-pengkader baru yang handal. Secara bersamaan, ugrading informal juga dilakukan. Upgrading secara informal ini perlu dilakukan agar organisasi yang kini dipertanggungjawabkan oleh pengurus yang baru tidak kehilangan jatidirinya.